Article & Tips

Seberapa Sering Kita Perlu Membersihkan Dapur?
Monday, 19 October 2026

Seberapa Sering Kita Perlu Membersihkan Dapur?

Dapur menjadi tempat berbagai aktivitas berlangsung setiap hari, mulai dari menyiapkan sarapan hingga memasak makan malam. Percikan minyak, remah makanan, dan tumpahan bumbu pun mudah tertinggal. Meski terlihat sepele, kotoran yang dibiarkan menumpuk membuat dapur terasa lengket dan semakin sulit dibersihkan. Lantas, seberapa sering kita perlu membersihkan dapur agar tetap nyaman digunakan?

Jawabannya bergantung pada bagian dapur dan intensitas pemakaiannya. Area yang bersentuhan dengan makanan perlu dibersihkan setiap selesai digunakan, sedangkan bagian lainnya dapat dirawat melalui jadwal harian dan pembersihan menyeluruh secara berkala.

Bersihkan setiap selesai menyiapkan makanan

Meja dapur dan peralatan masak sebaiknya langsung dibersihkan setelah digunakan, terutama setelah bersentuhan dengan daging, ayam, atau ikan mentah. Jangan menunggu sampai seluruh kegiatan memasak selesai jika peralatan tersebut akan dipakai untuk bahan makanan lain.

Kebiasaan ini membantu mengurangi perpindahan kuman dari bahan mentah ke makanan yang siap disantap. Untuk permukaan dapur, gunakan pembersih yang sesuai dengan material dan ikuti petunjuk pemakaiannya.

Lakukan perawatan ringan setiap hari

Setelah aktivitas memasak berakhir, luangkan beberapa menit untuk merapikan dapur. Lap percikan minyak pada kompor setelah permukaannya dingin, bersihkan meja, cuci bak pencuci piring, dan angkat sisa makanan dari saringan pembuangan.

Sapu remah makanan di lantai dan segera bersihkan bagian yang terkena tumpahan. Periksa juga tempat sampah, terutama jika berisi sisa bahan makanan basah. Mengosongkannya sebelum penuh atau berbau membantu menjaga kenyamanan dapur. Rutinitas singkat ini membuat pekerjaan bersih-bersih terasa lebih ringan karena kotoran tidak sempat menumpuk.

Jangan lewatkan spons dan kain lap

Alat pembersih juga perlu mendapat perhatian. Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports pada 2017, Cardinale dan rekan-rekan menyebut spons dapur sebagai tempat yang dapat “represent ideal incubators for microorganisms”, atau menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme, karena sifatnya yang berpori dan mampu menyerap air.

Temuan tersebut mengingatkan bahwa membersihkan dapur perlu disertai perawatan alatnya. Setelah digunakan, bersihkan dan keringkan spons maupun kain lap. Pisahkan lap untuk meja, lantai, dan area yang terkena bahan mentah. Ganti spons secara berkala, terutama ketika mulai rusak atau berbau.

Jadwalkan pembersihan lebih menyeluruh

Sebagai jadwal praktis, sisihkan waktu setiap minggu untuk memeriksa dinding dekat kompor, bagian luar kabinet, rak bumbu, serta sudut lantai. Bersihkan lebih cepat bila terlihat berminyak atau kotor. Dapur yang digunakan memasak beberapa kali sehari tentu membutuhkan perhatian lebih sering.

Untuk bagian dalam kabinet dan area di belakang peralatan, lakukan pemeriksaan berkala sesuai kondisinya. Jangan menunggu jadwal berikutnya jika ada tumpahan, bau, atau tanda keberadaan hama. Jadwal hanyalah pengingat; kondisi dapur tetap menjadi penentu utama.

Buat rutinitas bersih-bersih lebih praktis

Menjaga dapur tetap bersih akan lebih mudah ketika dilakukan sedikit demi sedikit. Lengkapi kebiasaan tersebut dengan pembersih yang membantu menangani minyak dan bau setelah memasak.

SOSMulti-Purpose Kitchen Cleaner varian Citrus Bloom dapat menjadi pilihan untuk melengkapi rutinitas tersebut. Dengan Power Clean Technology serta aroma citrus yang segar tahan lama hingga 10 jam, produk ini membantu membersihkan minyak dan mengatasi bau pada permukaan dapur yang sesuai. Gunakan mengikuti petunjuk pada kemasan agar dapur kembali bersih, segar, dan nyaman untuk menyiapkan hidangan keluarga setiap hari.


Artikel Lainnya: Cara Mencuci Tangan yang Benar Menurut WHO


Daftar Pustaka

Cardinale, M., Kaiser, D., Lueders, T., Schnell, S., & Egert, M. (2017). Microbiome analysis and confocal microscopy of used kitchen sponges reveal massive colonization by Acinetobacter, Moraxella and Chryseobacterium species. Scientific Reports, 7, 5791.