Pentingnya Membersihkan Lantai Rumah Saat Musim Kemarau Panjang
Musim kemarau panjang membuat kondisi rumah
terasa berbeda. Udara yang lebih kering dan berkurangnya hujan dapat membuat
debu lebih mudah beterbangan dan masuk ke dalam rumah. Kondisi ini semakin
perlu diperhatikan ketika fenomena El Niño turut memengaruhi pola cuaca
dan meningkatkan risiko kondisi kering di sejumlah wilayah. WHO menjelaskan
bahwa El Niño dapat memengaruhi pola curah hujan dan suhu, termasuk
meningkatkan risiko kekeringan di berbagai wilayah tropis.
Bagi Moms, kondisi ini menjadi pengingat untuk lebih rutin membersihkan area rumah, termasuk lantai. Lantas, apa saja alasan pentingnya membersihkan lantai saat musim kemarau?
Debu Lebih Mudah Masuk dan Menumpuk di Dalam Rumah
Ketika udara kering dan angin bertiup lebih
sering, debu dari luar dapat lebih mudah masuk melalui pintu, jendela, maupun
celah ventilasi. Debu kemudian mengendap di berbagai permukaan, termasuk
lantai.
Jika tidak dibersihkan secara rutin, lantai dapat terlihat kusam dan terasa berdebu ketika disentuh atau diinjak. Karena itu, frekuensi membersihkan lantai sebaiknya disesuaikan dengan kondisi rumah selama musim kemarau.
Lantai Dapat Menjadi Tempat Berkumpulnya Kotoran dan Alergen
Bukan hanya debu biasa, lantai juga dapat
menjadi tempat berkumpulnya berbagai partikel dari lingkungan rumah. Penelitian
yang dipublikasikan di Environmental Health Perspectives menunjukkan
bahwa debu rumah dapat mengandung berbagai komponen, termasuk alergen tungau
debu rumah. Studi tersebut menemukan bahwa pembersihan intensif pada karpet
dapat membantu mengurangi jumlah debu dan alergen yang menumpuk.
Itu sebabnya, menjaga kebersihan lantai bukan sekadar membuat rumah terlihat lebih rapi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan rumah tetap nyaman.
Baca juga: Inilah Parasit dan Kuman yang Sering Bersarang di Lantai Ruang Keluarga Anda
Debu Lantai Bisa Kembali Beterbangan Saat Terinjak
Moms mungkin sudah membersihkan lantai pada
pagi hari, tetapi beberapa jam kemudian debu kembali terlihat. Salah satu
penyebabnya adalah aktivitas anggota keluarga yang berjalan di atas permukaan
berdebu.
Penelitian mengenai resuspension of house dust menemukan bahwa aktivitas berjalan dapat membuat sebagian debu dan partikel yang berada di permukaan lantai kembali masuk ke udara. Karena itu, membersihkan lantai secara berkala menjadi penting, terutama pada rumah yang mudah berdebu.
Tips Mengepel Lantai Berdebu
Sebelum mengepel, sebaiknya singkirkan debu
dan kotoran yang terlihat menggunakan sapu atau alat pembersih debu agar tidak
hanya berpindah saat terkena air. Setelah itu, gunakan air dan cairan pembersih
lantai sesuai petunjuk pemakaian.
Moms juga dapat mengepel dari bagian
ruangan yang paling jauh menuju pintu keluar agar area yang sudah dibersihkan
tidak kembali terinjak. Jangan lupa mengganti air pel ketika sudah terlalu
kotor dan biarkan lantai mengering dengan baik.
Dengan rutin membersihkan lantai, terutama saat musim kemarau panjang, Moms dapat membantu mengurangi penumpukan debu sekaligus menjaga rumah tetap bersih, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga.
Artikel Lainnya: Aktivitas Sehari-hari yang Bikin Tangan Kotor dan Berbau
Daftar Pustaka
- World Health Organization. El Niño Southern Oscillation (ENSO), 2023.
- Yu, C. H., et al. “Evaluation of HEPA Vacuum Cleaning and Dry Steam Cleaning in Reducing Levels of Polycyclic Aromatic Hydrocarbons and House Dust Mite Allergens in Carpets.” Journal of Environmental Monitoring, 2009.
- Lewis, R. D., et al. “Resuspension of House Dust and Allergens During Walking and Vacuum Cleaning.” Journal of Occupational and Environmental Hygiene, 2018.