Baju Bau Apek Meski Sudah Dicuci? Ini Tanda Kamu Perlu Cairan Antiseptik untuk Pakaian
Pernah mengalami pakaian yang tetap berbau
apek meski baru saja dicuci? Tidak sedikit orang mengira penyebabnya adalah
deterjen yang kurang ampuh atau pakaian yang belum benar-benar kering. Padahal,
bau apek juga bisa muncul karena adanya bakteri atau mikroorganisme yang masih
menempel pada serat kain.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada
pakaian yang sering terkena keringat, handuk, pakaian olahraga, pakaian bayi,
hingga pakaian yang terlalu lama dibiarkan dalam mesin cuci sebelum dijemur.
Jika dibiarkan, bau tidak sedap bisa terus muncul meski pakaian sudah dicuci
berulang kali.
Lalu, kapan saatnya Anda mempertimbangkan penggunaan cairan antiseptik untuk pakaian? Berikut beberapa tandanya!
1. Bau Apek Kembali Muncul Setelah Pakaian Dipakai Sebentar
Pakaian mungkin terasa harum saat baru
diangkat dari jemuran, tetapi beberapa saat setelah dipakai, aroma apek kembali
muncul.
Hal ini dapat terjadi karena bakteri yang masih tersisa pada serat kain berkembang kembali ketika terkena kelembapan dan keringat. Menurut sebuah ulasan dalam Journal of Applied Microbiology, bakteri yang berkembang pada tekstil berperan dalam munculnya bau tidak sedap pada pakaian, terutama setelah digunakan berulang kali.
2. Pakaian Sering Terlambat Dijemur
Kesibukan sehari-hari membuat sebagian
orang membiarkan cucian terlalu lama berada di dalam mesin cuci setelah proses
pencucian selesai. Kondisi yang lembap ini menjadi lingkungan yang ideal bagi
mikroorganisme untuk berkembang.
Karena itu, usahakan segera menjemur pakaian setelah selesai dicuci dan pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan di lemari.
3. Mencampur cucian pakaian bayi dengan dewasa
Pakaian bayi, handuk, popok kain, maupun
pakaian anggota keluarga dengan kulit sensitif memerlukan perhatian lebih.
Kebersihan pakaian bukan hanya soal noda yang hilang, tetapi juga membantu
mengurangi keberadaan kuman yang mungkin masih menempel pada kain.
Menjaga kebersihan tekstil menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih higienis di rumah.
4. Bau Tidak Sedap Berasal dari Handuk atau Pakaian Olahraga
Handuk dan pakaian olahraga merupakan jenis
tekstil yang paling sering lembap dalam waktu lama. Keringat, sisa minyak
tubuh, dan kelembapan dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme
penyebab bau.
Selain dicuci secara rutin, pastikan handuk dijemur hingga benar-benar kering sebelum digunakan kembali.
5. Tambahkan Cairan Antiseptik Saat Mencuci Pakaian
Jika pakaian masih sering berbau apek meski
sudah dicuci dengan deterjen, tidak ada salahnya melengkapi proses mencuci
dengan cairan antiseptik khusus untuk pakaian. Produk ini dapat membantu
menjaga kebersihan pakaian sekaligus membantu mengurangi kuman yang mungkin
masih tertinggal pada serat kain.
Salah satu pilihan yang dapat digunakan
adalah SOS Antiseptic Antibacterial Liquid Selain dapat digunakan
sebagai antiseptik untuk tubuh dan membersihkan berbagai permukaan di rumah,
produk ini juga dapat digunakan saat mencuci pakaian sebagai antiseptik
untuk membantu membunuh kuman pada pakaian.
Formulanya dilengkapi Eucalyptus Oil
dengan kandungan 1,8-Sineol yang dikenal memiliki aktivitas antimikroba,
serta Vitamin E yang lembut di kulit. Produk ini juga telah diuji di
laboratorium terakreditasi terhadap beberapa bakteri seperti Salmonella
typhimurium, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa.
Dengan tambahan cairan antiseptik pada proses pencucian, pakaian dapat terasa
lebih bersih dan segar untuk digunakan sehari-hari.
Artikel Lainnya: 5 Penggunaan Antiseptik Cair di Rumah, Tips Praktis untuk Keluarga Lebih Higienis
Daftar Pustaka
- McQueen RH, Vaezafshar S, Odell
A. The Effect of Laundering and Textile Characteristics on Odor in Clothing:
A Review. Journal of Applied Microbiology. 2021.
- American Cleaning Institute. Laundry
Tips: Washing Clothes to Help Keep Them Clean and Fresh.