Sama-sama Membasmi Kuman, Ini Perbedaan Disinfektan dan Antiseptik

07-July-2021 Artikel


Hingga saat ini, masih banyak orang yang belum tahu perbedaan disinfektan dan antiseptik, sehingga banyak pula yang salah dalam menggunakannya. Hal ini tentu bisa membahayakan kita, bukan? Nah, agar tetap mendapatkan manfaat yang maksimal dan tepat guna, simak perbedaannya berikut ini.

Apa itu disinfektan?

Disinfektan merupakan sejenis zat kimia yang bisa membantu membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme parasit yang menempel di benda mati. Meski begitu, masih ada jenis mikroorganisme yang resistan atau kebal terhadap disinfektan, sehingga fungsi disinfektan di sini hanya sebagai solusi untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dan virus yang menempel. Biasanya, bahan utama yang digunakan untuk membuat disinfektan diantaranya alkohol, pemutih, pembersih standar medis, dan juga tambahan bahan alami seperti kandungan minyak esensial seperti lemongrass atau eucalyptus oil yang memiliki sifat antimikroba yang cukup kuat.

Selama masa pandemi seperti sekarang ini, banyak orang (dan mungkin Anda salah satunya) membuat dan membawa disinfektan sendiri di dalam botol spray kecil untuk membersihkan permukaan benda yang seringkali dipegang, seperti meja kerja, gagang pintu, kunci, tombol lift, dan masih banyak lagi. Meski diperbolehkan, namun pastikan Anda mengetahui takaran konsentratnya sudah tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan SOS Disinfectant Spray All In One Eucalyptus sebagai pembasmi kuman dan bakteri yang menempel baik di perabotan rumah tangga maupun virus yang beterbangan di udara.

Kandungan Eucalyptus Oil di dalamnya terkenal efektif membunuh kuman dan  virus, serta telah teruji di laboratorium efektif 99,9% membunuh bakteri dengan cepat (termasuk MRSA) dan Virus Influenza H5N1. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, semprotkan disinfektan spray ini secara rutin, ya! 

Baca Juga: Keunggulan Disinfektan Dengan Kandungan Eucalyptus

Apa itu antiseptik?

Antiseptik merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencegah atau menghambat perkembangaan mikroorganisme (kuman, bakteri, dan virus) yang menyebabkan infeksi atau penyakit. Berbeda dengan disinfektan yang hanya bisa digunakan untuk benda mati, antiseptik bisa diaplikasikan ke permukaan kulit terbuka, salah satunya pada luka. Antiseptik juga dimanfaatkan untuk beberapa produk, seperti sabun cuci tangan, sabun mandi, obat kumur, dan juga hand sanitizer sebagai pembersih tangan saat kita tidak memiliki akses untuk mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau saat berkendara.

Selain cara penggunaannya, perbedaan disinfektan dan antiseptik juga bisa dilihat dari efek yang mungkin ditimbulkan. Misalnya saja presentase konsentrat yang sangat tinggi pada disinfektan akan sangat berbahaya jika diaplikasikan pada permukaan kulit yang bisa menimbulkan iritasi. Sedangkan antiseptik sangat aman sehingga tidak menimbulkan iritasi. Inilah alasannya mengapa kita tidak boleh menyemprotkan disinfektan secara langsung pada tubuh.

Nah, setelah mengetahui perbedaan disinfektan dan antiseptik di atas, semoga kita tidak salah lagi saat menggunakannya, ya!

Baca Juga: Tips Menyemprotkan Disinfektan Spray Agar Tetap Aman dan Terbebas dari Virus yang Beterbangan